Kabel Coaxial
Kabel Coaxial atau populer dipanggil “coax” terdiri atas konduktor
silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga ini yang
konduktif. Uuntuk LAn, kabel koaxial menawarkan beberapa keunggulan,
antara lain dapat dijalankan dengan tanpa banyak bantuan dari repeater.
Ada beberapa jenis kabel coaxial, yaitu :
1. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )
Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 biasa disebut dengan kabel BNC,
singkatan dari British Naval Connector. Sebenarnya BNC adalah nama
konektor yang dipakai, bukan nama kabelnya.
Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :
a.
Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
b.
Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC
Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :
a.
Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.
b.
Impedansi Terminator 50 Ohm.
Fungsi:
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir
terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar.
2. Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )
Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel coaxial yang dipakai
untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan
Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih
besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak
sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.
Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :
a.
Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.
b.
Impedansi terminator 50 Ohm.
c.
Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer
Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan
transceiver. Koneksi antara Network Adapter Card dengan transceiver
dibuat dengan menggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver
dengan Attachment Unit Interface ( AUI ) pada Network Adapter
Card. Interface dari AUI berbebtuk DB-15.
Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena
sifatnya lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data
dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih menjadi favorit
sebagai penghubung antar gedung.
Konektor :
a.
BNC Kabel konektor
Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
b.
BNC T konektor
Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
c.
BNC Barrel konektor
Untuk menyambung 2 kabel BNC.
d.
BNC Terminator
Untuk menandai akhir dari topologi bus
Kabel Twisted Pair
Ada dua macam twisted pair, yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
dan kabel STP (Shielded Twisted Pair). Karena harganya mahal maka kabel
STP jarang digunakan. Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang
terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada
pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja untuk dapat mengirim dan
menerima data (Ethernet). Perangkat lain yang berkenaan dengan
penggunaan jenis kabel ini adalah konektor kabel UTP (RJ-45) dan
HUB/SWITCH.
Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan
twisted-pair, tapi yang paling populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih
ada beberapa klasifikasi untuk CAT 5 ini, untuk pemakaian biasa
digunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam bentuk rol di dalam karton
berlubang untuk memudahkan penanganannya.
Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal
sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45
ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel
telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network
ini menggunakan Empat pasang.
Ada dua macam pemasangan yang menghasilkan 'Ujung A' (End A) dan 'Ujung
B' (End B). Urutan pemasangan kawat pada konektor yang dikenal sebagai
End A dan End B ini pada dasarnya adalah standar EIA568A dan EIA568B.
Kabel CAT 5 yang kedua ujungnya adalah Ujung A disebut sebagai
straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang satu Ujung A
dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang).
Apabila ingin menghubungkan dua komputer langsung tanpa menggunakan hub
dengan kabel network, maka yang diperlukan adalah cross-over cable.
Hubungan komputer dengan menggunakan hub memerlukan straight through
cable. Sebenarnya pada kabel CAT 5 tidak semua kawat terpakai. Hanya
kawat yang terhubung pada pin nomor 1, 2 ,3 dan 6 yang
terpakai sedangkan kawat yang terhubung pada pin nomor 4, 5, 7 dan 8
tidak terpakai.
Fungsi:
Sebagai contoh penggunaan kabel UTP untuk sehari-harinya adalah
digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Salah satu alasan utama kenapa
jenis kabel UTP ini sangat popular dibandingkan dengan jenis kabel
lainnya adalah karena penggunaan Kabel UTP sebagai kabel telpon. Karena
banyak gedung menggunakan kabel ini untuk sistem telepon dan juga
biasanya ada kabel extra yang dipasang untuk memenuhi pengembangan di
masa mendatang. Karena kabel ini juga bisa digunakan untuk
mentransmisikan data dan juga suara, maka menjadi pilihan untuk
membangun jaringan komputer. Yang membedakan antara telpon dengan
komputer dalam hal penggunaan kabel UTP ini adalah terletak pada
jack-nya atau konektornya. Pada komputer digunakan RJ-45, yang dapat
menampung 8 koneksi kabel sedangkan pada telpon digunakan RJ-11, dapat
menampung 4 koneksi kabel dan ukurannya lebih kecil. Lebih jelasnya bisa
dilihat koneksi dari telpon anda yang menggunakan RJ-11.
Ethernet Card
Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada
lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh
lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum
ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode
transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu
waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap
station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan
keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat
bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple
Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat
mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan.
Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan
"mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan
melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang
mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang
mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data
dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan
sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan
teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis
First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada
Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu
yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan),
yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi
data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval
waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak
station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi
yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk.
Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan
terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar
antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik).
Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan
Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke
dalam beberapa collision domain.
Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:
- 10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF)
- 100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Fast Ethernet (standar yang digunakan: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX)
- 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut sebagai
Gigabit Ethernet (standar yang digunakan: 1000BaseCX, 1000BaseLX,
1000BaseSX, 1000BaseT).
- 10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan.
Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan dalam bentuk
paket-paket data yang disebut dengan Ethernet Frame. Sebuah Ethernet
frame memiliki ukuran minimum 64 byte, dan maksimum 1518 byte dengan 18
byte di antaranya digunakan sebagai informasi mengenai alamat sumber,
alamat tujuan, protokol jaringan yang digunakan, dan beberapa informasi
lainnya yang disimpan dalam header serta trailer (footer). Dengan kata
lain, maksimum jumlah data yang dapat ditransmisikan (payload) dalam
satu buah frame adalah 1500 byte.
Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:
- Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP)
- Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan
Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi
3.11 atau yang sebelumnya)
- Ethernet 802.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without
Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan
Novell NetWare 3.12 dan selanjutnya)
- Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP,
dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang
menjalankan TCP/IP)
Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling
cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi
jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan
konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi.
Ethernet dapat menggunakan topologi jaringan fisik apa saja (bisa berupa
topologi bus, topologi ring, topologi star atau topologi mesh) serta
jenis kabel yang digunakan (bisa berupa kabel koaksial (bisa berupa
Thicknet atau Thinnet), kabel tembaga (kabel UTP atau kabel STP), atau
kabel serat optik). Meskipun demikian, topologi star lebih disukai.
Secara logis, semua jaringan Ethernet menggunakan topologi bus, sehingga
satu node akan menaruh sebuah sinyal di atas bus dan sinyal tersebut
akan mengalir ke semua node lainnya yang terhubung ke bus.
Modem
Modem singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap
untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan
sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa
(carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima
dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem
adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh
dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT,
Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih
dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi
pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem
untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat
dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan
radio.Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi
sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua
jenis modem secara fisiknya,yaitu modem eksternal dan modem internal
Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog
dan juga sebaliknya. Dewasa ini modem telah berkembang dengan berbagai
fasilitas yang cukup bermanfaat, misalnya voice modem. Dengan adanya
fasilitas voice modem ini, merubah fungsi modem bukan hanya
sebagaipenyambung ke internet tetapi lebih dari itu, modem dapat menjadi
saluran radio, audio, percakapan telepon sampaistreaming video.
Perangkat Modem Eksternal berada diluar komputer. Modem eksternal
dihubungkan ke komputer melalui port COM atau USB. Modem jenis ini
biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan
penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik
sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain.
Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot
ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain,
terutama apabila mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot
ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang
memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya
lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga
membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.

Perangkat Modem Internal adalah model yang terpasang langsung didalam
komputer. Secara fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap
pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, biasanya pada slot ISA
atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan,
antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis
dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam
komputer, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya
modem eksternal sehingga system terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak
kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian,
modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator untuk
memonitor status modem.
Hub
Hub berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah
kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah
PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan metode
cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah
fungsi hub bekerja dimana komputer-komputer tersebut akan dihubungkin
dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port-port yang ada di hub
dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan
berada di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.
Hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket
yang akan dikirim ke salah satu IP Tujuan maksudnya apabila data atu
informasi yang diterima. Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita
hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan.
Cara kerja Hub :
Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia
mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke
tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan
melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket
yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host
(meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).
Switch
Pengalih jaringan (atau switch) adalah sebuah alat jaringan yang
melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan (segmentation)
banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC.
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau
penghala pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada
lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti
jembatan (bridge), tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering
dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).
Sebuah Switch Ethernet adalah LAN interkoneksi perangkat yang beroperasi
pada lapisan data-link (lapisan 2) dari model referensi OSI . saklar
pada dasarnya mirip dengan jembatan, tetapi biasanya mendukung jumlah
yang lebih besar dari segmen LAN terhubung dan memiliki kemampuan
manajemen yang lebih kaya. LAN modern semakin diganti media bersama
media diaktifkan, dengan menginstal switch Ethernet dan jembatan di
tempat hub dan repeater. Partisi logis ini lalu lintas ke perjalanan
hanya selama segmen jaringan di jalur antara sumber dan tujuan. Hal ini
mengurangi bandwidth yang terbuang dari hasil dari mengirim paket ke
bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Ada juga manfaat dari
pengamanan ditingkatkan (pengguna kurang mampu tap-in ke's data pengguna
lain), manajemen yang lebih baik (kemampuan untuk mengontrol siapa yang
menerima informasi apa (yaitu Virtual LAN) dan untuk membatasi dampak
dari masalah jaringan), dan kemampuan untuk mengoperasikan beberapa link
di full duplex (duplex lebih dari setengah diperlukan untuk mengakses
bersama-sama).SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang
dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya
terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi
memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau
ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang
dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya
terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi
memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau
ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang
dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya
terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi
memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau
ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang
dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya
terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi
memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau
ISDN router.
Router
Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke
jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya
dan dapat juga digunakan
untuk menghubungkan sejumlah LAN (Local Area Network).
Sebuah Router menjalankan fungsi yang sama seperti sebuah bridge tapi
dilakukannya dengan lebih baik. Sebuah Router secara konstan memeriksa
jaringan untuk memonitor pola dari traffic dan penambahan dari titik
koneksi, modifikasi, dan penghapusan. Router mengunakan informasi ini
untuk membangun sebuah “peta” internal dari jaringan. Router secara
periodik menukar informasi dalam internal tabel dengan router lain untuk
mendapatkan pengetahuan dari jaringan sesudahnya yang secara langsung
terkoneksi.
Mereka menggunakan informasi ini untuk meneruskan paket data dari titik
koneksi lokal ke penerima yang jauh dan membuat keputusan yang terbaik
ketika ada kemungkinan router yang
ganda ke sebuah penerima. Sebuah router yang berdiri sendiri intinya
adalah spesial kegunaan komputer dengan prosessor dan penyimpanan.
Fungsi routing dapat ditambahkan didalam perangkat lain seperti LAN Hub
atau kegunaan computer secara umum.
Beberapa system komputer dengan NIU ganda yang terkoneksi ke segment
yang berbeda atau jaringan bisa sebuah router jika software yang sesuai
dipasang. Software routing biasanya adalah sebuah komponen system
operasi jaringan yang standard dan mungkin atau tidak mungkin bisa
difungsikan oleh server administrator. Fungsi routing biasanya
diaktifkan pada server dalam LAN kecil untuk menghindari pengeluaran
yang bertambah dari sebuah dedicated
router. Routing bukan sebuah tugas penghitungan yang komplek, tetapi
membutuhkan kapabilitas I/O yang luas. Setiap paket jaringan hrs
diperiksa dan diteruskan. Dalam sebuah jaringan yang sibuk, volume paket
dapat menghabiskan kebanyakan atau semua dari kapasitas bus dari sebuah
kegunaan kompuetr secara dasar. Seperti sebuah load yang besar bias
meninggalkan ketidakcukupan bus atau kapasitas jaringan I/O untuk
melakukan fiungsi server transfer file dan sharing printer.
Repeater
Repeater berfungsi untuk penguat sinyal dari kabel, misalnya pada sebuah
jaringan LAN dengan topologi start yang menggunakan kabel UTP juga
berfungsi sebagai untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat
yang melewatinya, dua sub yang dilewatkan pada repeater memiliki
protocol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi sebagai
memperbesar batasan panjang satu segmen.
Bridges
Sebuah bridge, biasanya disebut sebagai sebuah repeater mengcopy atau
mengulang paket dari satu segment jaringan ke yang lainnya. Kompleksitas
dari sebuah bridges dan fungsi pasti bergantung pada perbedaan antara
segment jaringan yang terkoneksi.
Bridges yang sederhana mengkoneksi segment jaringan yang menggunakan
identik kecepatan transmisi, tipe paket dan protokol. Bridge yang lebih
komplek menghubungkan segment jaringan yang tidak sama dan
menterjemaahkan format paket dan protokol jaringan .
Sebuah bridge memeriksa paket pada setiap jaringan untuk tujuan alamat
dari titik koneksi pada jaringan lain dan mencopy paket tersebut kepada
jaringan lain. Pada saat jaringan bridge memeriksa paket juga memeriksa
pada sumber alamat dan mengupdate tabel internal dari alamat titik
koneksi pada setiap segment jaringan. Bridge biasanya digunakan untuk :
a. Membangun sebuah virtual LAN dari dua LAN yang terpisah.
b. Membagi sebuah LAN ke dalam segment untuk meminimalkan kesempitan pada jaringan.
Design dari sebuah jaringan biasanya dibutuhkan untuk membangun sebuah
LAN yang lebih besar dari standar design yang diperbolehkan. Sebagai
contoh, 100-Mbps Ethernet LAN tidak bisa lebih panjang dari 210 meter.
Jika 300-meter LAN dibutuhkan, maka 2 LAN yang lebih pendek bisa
digabungkan dengan sebuah bridge. LAN bridge biasanya disebut Virtual
LAN.
Jika sebuah LAN secara rutin dipenuhi dengan trafik, keluarannya bisa
ditingkatkan dengan membagi LAN menjadi 2 atau lebih segment dan
menggabungkan segmen dengan bridge. Titik
koneksi yang mempunyai volume komunikasi yang tinggi satu dengan yang
lainnya terhubung dalam satu segment jaringan dengan meminimalkan jumlah
paket yang dibutuhkan untuk melewati bridge.
sumber : http://www.nanuna.info/2012/08/perangkat-keras-dan-fungsinya-untuk.html